Kenali Jenis-jenis Material Gording Atap
Material gording atap - Pada dasarnya, gording berperan sebagai penopang usuk atau rangka atap, sekaligus mendistribusikan beban dari penutup atap ke rangka utama bangunan.
Oleh karena itu, pemilihan material gording menjadi penentu terhadap tingkat kekuatan, ketahanan, dan umur pakai konstruksi atap secara menyeluruh.
Nah, secara kebetulan juga pada ulasan kali ini akan membahas berbagai jenis material untuk gording atap.
Tanpa banyak panjang lebar lagi, yuk simak langsung ulasan berikut.
4 Jenis Material Gording Atap
1. Kayu Solid
Sampai saat ini material kayu solid masih diandalkan untuk kebutuhan konstruksi bangunan, termasuk gording atap.
Salah satu keunggulan gording Kayu Solid terdapat pada kemudahan pengerjaannya, seperti Teknik penyambungan, pemotongan, hingga pemasangan.
Disisi lain, Kayu Solid juga memiliki sifat elastis alami yang dapat meredam getaran dan beban dinamis seperti angin kencang.
Akan tetapi, penggunaan kayu sebagai gording membutuhkan perawatan khusus terhadap kadar air dan perlindungan dari serangan rayap.
Maka dari itu, pastikan kayu sudah melalui proses pengeringan dan treatment anti rayap sebelum digunakan untuk gording.
Secara visual, gording kayu juga sangat ideal untuk bangunan rumah yang bergaya natural tropis.
Agar lebih awet, sebaiknya pilih jenis kayu keras seperti bengkirai karena terbukti tahan terhadap rayap dan perubahan cuaca ekstrim.
Artikel terkait: Pagar Kayu Bengkirai
2. Baja Ringan
Selain kayu, Baja Ringan juga menjadi pilihan paling populer untuk kebutuhan gording atap.
Material ini terbuat dari bahan baja berkualitas tinggi yang dilapisi lapisan pelindung seperti zinc atau aluminium zinc agar tahan karat.
Keunggulan Baja Ringan terdapat pada bobotnya yang cenderung ringan, namun masih tetap memiliki kekuatan tarik tinggi.
Hal tersebut membuat struktur atap menjadi lebih efisien, serta tidak membenai struktur bawah secara berlebihan.
Tak hanya itu, Baja Ringan juga memiliki dimensi yang presisi karena diproduksi secara pabrikasi.
Pada proses pemasangan, sistem Baja Ringan umumnya menggunakan sekrup khusus dan perhitungan struktur yang lebih detail.
Untuk kebutuhan konstruksi skala besar, Baja Ringan merupakan pilihan paling tepat karena pemasangannya yang lebih singkat dan minim limbah material.
Kendati demikian, Baja Ringan memerlukan perencanaan struktur yang tepat. Ya, sebab kesalahan dalam perhitungan jarak gording atau ketebalan profil, maka bisa menyebabkan lendutan berlebih.
3. Baja Konvensional
Ada beberapa jenis Baja Konvensional yang umumnya digunakan untuk gording atap, seperti baja kanal C, baja WF, dan baja UNP.
Namun, gording Baja Konvensional sering diaplikasikan untuk konstruksi skala besar seperti pabrik, gedung bertingkat, gudang logistic, dan sebagainya.
Pasalnya, Baja Konvensional memiliki kekuatan tekan dan tarik yang sangat tinggi, sehingga mampu menahan beban atap dalam bentang besar.
Keunggulan lainnya, ia relatif stabil terhadap perubahan cuaca ekstrim.
Akan tetapi, bobot Baja Konvensional memang lebih berat dibandingkan dengan baja ringan.
Tentu proses instalasi Baja Konvensional memerlukan alat khusus, seperti crane dan tenaga kerja khusus untuk pengelasan maupun pemasangan baut struktur.
Agar terhindar dari masalah korosi, material ini biasanya dilapisi dengan cat anti karat atau galvanis.
Baca juga: Jenis Lisplang Atap Rumah
4. Beton Bertulang
Selanjutnya ada material Beton Bertulang yang biasa diaplikasikan pada bangunan permanen dengan struktur dak atau atap beton, dan bukan pada sistem rangka atap konvensional.
Material ini memiliki kekuatan tekan yang sangat baik dan umur pakai panjang. Ya, Beton Bertulang tahan terhadap rayap, api, maupun perubahan cuaca ekstrim.
Untuk bangunan bertingkat, sistem balok beton kerap difungsikan sebagai elemen penopang struktur atap atau lantai atas.
Namun, Beton Bertulang memiliki bobot yang sangat berat sehingga proses pengerjaannya bisa lebih lama karena memerlukan proses pengecoran dan curing.
Tak hanya itu, perubahan atau renovasi struktur beton cenderung lebih sulit ketimbang material kayu atau baja.
Meski demikian, gording Beton Bertulang cocok untuk bengunan yang membutuhkan tingkat kekuatan tinggi dan ketahanan jangka panjang.
Nah, itu dia beberapa jenis material yang bisa anda pilih untuk kebutuhan gording atap.




