Cari Jenis Kayu yang Tahan Air? Ini Rekomendasinya

Jenis kayu tahan air

Jenis kayu tahan air - Paparan air secara menerus dapat memicu proses pertumbuhan jamur dan pelapukan pada material kayu. 

Tak hanya merusak tampilan, bahkan kondisi ini juga akan membuat struktur kayu semakin melemah secara perlahan. 

Itu sebabnya, mengapa air menjadi musuh yang cukup menakutkan bagi material kayu. 

Kabar baiknya, ternyata ada beberapa jenis kayu yang diyakini tahan terhadap air lho. 

Jenis kayu apa sajakah itu? Nah, biar gak penasaran mending simak langsung ulasannya dibawah ini. 

5 Jenis Kayu Tahan Air

1. Kayu Ulin

Kayu Ulin

Kayu Ulin menempati urutan pertama sebagai jenis kayu yang tahan terhadap air. 

Ya, kayu asal Kalimantan ini dikenal karena strukturnya yang begitu padat dan sekeras besi, sehingga air tidak akan mudah meresap kedalam pori-porinya. 

Itu artinya, kayu ulin tidak mudah mengalami pelapukan meski digunakan di area yang basah dalam jangka panjang. 

Tak hanya tahan terhadap air, bahkan kayu ulin juga sudah terbukti tahan terhadap serangan rayap dan jamur. 

Secara visual, kayu ulin mengusung warna cokelat tua atau agak kehitaman yang memiliki pola serat khas. 

Baca selengkapnya: Kayu Ulin Dengan Berbagai Pemanfaatannya

2. Kayu Jati

Kayu jati dilengkapi dengan kandungan minyak alami yang cukup tinggi, sehingga membuatnya mampu menahan serapan air secara baik. 

Kayu Jati

Disisi lain, ia juga tahan terhadap serangan rayap dan jamur. 

Warna Kayu jati cenderung cokelat keemasan dengan pola serat yang tidak beraturan, sehingga tampilannya terkesan mewah dan natural. 

Bahkan, kayu ini memiliki kestabilan dimensi sangat baik yang membuatnya tidak mudah melengkung maupun retak ketika terpapar perubahan suhu dan kelembapan. 

3. Kayu Merbau

Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa Kayu Merbau sangat cocok digunakan untuk kebutuhan indoor maupun outdoor.

Kayu Merbau

Ya, sebab kayu ini memiliki kandungan minyak alami yang membuatnya lebih tahan terhadap air. 

Bahkan ketika terkena air dalam jangka panjang, Kayu Merbau tidak mudah mengembang maupun berubah bentuk secara signifikan. 

Selain itu, tampilan Kayu Merbau juga sangat menarik berkat warna cokelat kemerahan dengan pola serat berbentuk lurus. 

Terlebih jika diberi perawatan yang tepat, kayu ini dapat bertahan lebih lama tanpa mengalami kerusakan yang berlebihan. 

Artikel Terkait: Decking Kayu Merbau Untuk Lantai Outdoor

4. Kayu Bengkirai

Kayu Bengkirai banyak dijumpai di Kawasan hutan tropis Kalimantan dan sebagian Sumatera yang kerap digunakan untuk kebutuhan konstruksi berat maupun eksterior. 

Hal itu bukan tanpa alasan, karena Kayu Bengkirai memiliki tekstur keras yang mampu menahan beban berat dan daya tekan. 

Kayu Bengkirai

Ia juga cukup tahan terhadap air dan kelembapan berkat strukturnya yang padat dan rapat. 

Tampilan Kayu Bengkirai pun sangat menarik berkat perpaduan warna kuning kecokelatan, sehingga akan menciptakan kesan kehangatan. 

Namun, biasanya warna kayu bengkirai akan berubah menjadi keabu-abuan seiring waktu pemakaian akibat sering terkena paparan hujan dan sinar matahari. 

Meski tahan terhadap air, tetap saja memerlukan perawatan seperti pelapisan coating dan finishing khusus agar daya tahan Kayu Bengkirai lebih maksimal. 

5. Kayu Torem

Meski tidak sepopuler jenis-jenis kayu diatas tadi, namun Kayu Torem memiliki keseimbangan antara kekuatan dan mudah dikerjakan. 

Pada kondisi tertentu, Kayu Torem akan menunjukkan tingkat ketahanannya yang cukup baik terhadap kelembapan. 

Kayu Torem

Oleh karenanya, Kayu Torem selalu diandalkan untuk kebutuhan konstruksi ringan, rangka bangunan, dan berbagai elemen eksterior lainnya. 

Dari segi harga, bahkan Kayu Torem relatif lebih murah jika dibandingkan dengan jenis-jenis kayu keras lainnya. 

Akan tetapi, kayu ini tetap membutuhkan coating khusus untuk penempantan di area yang terlalu lembab. 

Nah, itu dia beberapa jenis kayu tahan air yang bisa anda pilih untuk kebutuhan indoor maupun outdoor.