Macam-macam kayu yang digunakan untuk lantai kayu parket dan flooring

Posted by Surabaya Parquet Selasa, 23 April 2019 0 comments

Lantaikayusurabaya.net - Macam-macam kayu yang digunakan untuk lantai kayu parket dan flooring.

Kayu merupakan salah satu kekayaan alam yang banyak dimanfaatkan oleh manusia. Kayu bisa dibuat sebuah kerajinan-kerajinan indah yang memiliki nilai jual yang tinggi,kayu juga bisa dibuat bahan baku pembuatan rumah,bisa juga membuat sebuah kapal laut dan berlayar mengelilingi dunia.

Bagi yang belum tahu,olahan kayu lainnya juga bisa dibuat sebuah lantai, yang disebut dengan parket. Yah, lantai kayu sekarang keberadaannya cukup populer. Dengan kemajuan system informasi dunia maya membuat informasi tentang kayu yang dibuat lantai semakin cepat dikenal masyarakat dan cukup banyak masyarakat yang sangat antusias mengenal lantai kayu parket ini.

Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami akan mengulas tentang kayu apa saja yang biasa kami gunakan untuk lantai serta kelebihan tiap kayu itu sendiri.

Kayu Jati


Kayu Jati merupakan jenis kayu bermutu tinggi,berbatang lurus,serta dapat tumbuh hingga tinggi 30 - 40 meter. Jati dapat tumbuh di daerah dengan curah hujan 1.500 - 2.000 mm/Tahun dan suhu  27- 36 Derajat celcius.

Tempat yang baik untuk pertumbuhan Jati ini adalah tanah dengan pH 4,5 - 7 dan tidak dibanjiri dengan air. Jati memiliki daun berbentuk elips yang lebar dan besarnya dapat mencapai 30 s.d 60 cm saat dewasa. Oleh sebab itu,pohon Jati sangat baik tumbuh di Indonesia.

Kayu Jati sangat sering digunakan oleh masyarakat Indonesia,baik digunakan untuk kusen serta kerajinan lain. Kayu Jati ini sudah dikenal dengan kekuatan serta keawetannya. Oleh sebab itu,tidak heran jika kayu Jati ini sangat cocok sekali digunakan untuk lantai kayu.

Karena pada umumnya,untuk menjadikan kayu sebagai lantai kayu adalah harus kuat dan tahan lama, demi mencapai tingkat penggunaan yang cukup lama. Maka kayu Jati merupakan salah satu kayu yang amat cocok digunakan untuk lantai kayu.

Kayu Merbau


Kayu Merbau berasal dari pohon merbau atau pohon ipil (nama lain dari Merbau). Pohon ini termasuk pada pohon keras berkualitas tinggi. Karena kekerasannya,diwilayah  Maluku dan Papua Barat,kayu ini dijuluki dengan nama kayu BESI.

Memiliki awat yang sedang hingga besar,dapat mencapai tinggi hingga 50 meter,dengan batang bebas cabang sekitar 20 meter dan gemang hingga 160 cm. Kayu Merbau memiliki warna abu-abu terang atau cokelat pucat.

Kayu Merbau termasuk pada golongan kayu berat (BJ 0.63 - 1.04 pada kadar air 15%)  dan kuat (kelas kuat 1 dan kelas kuat 2). Karena kayu ini sangat kuat,kayu ini yaitu kelas 1 untuk ketahanannya pada jamur,dan kelas 2 ketahanannya terhadap rayap serta tahan terhadap penggerek laut,kayu ini sering digunakan untuk konstruksi kapal.

Maka tidak heran jika banyak orang yang menginginkan kayu ini dijadikan lantai. Karena memang kayu ini memiliki warna khas merah kecoklatan dan tingkat kekerasan kelas 1. Selain digunakan untuk lantai biasa,kayu Merbau juga acap kali digunakan untuk lantai kayu outdoor atau disebut decking,karena memiliki ketahanan terhadap perubahan cuaca.

Kayu Ulin


Kayu Ulin atau kayu Besi merupakan jenis kayu keras dan sangat awet. Kayu Ulin banyak dimanfaatkan untuk konstruksi rumah,jembatan,perkapalan dan tiang listrik. Pohon Ulin termasuk jenis pohon besar yang tingginya dapat mencapai 120 meter.

Sayangnya pohon ini semakin sedikit jumlah dihutan,selain itu proses pertumbuhan Ulin yang sangat lama dan proses pembibitannya yang sulit membuat kayu Ulin ini dikategorikan sebagai pohon langka. Maka dari itu produksi kayu Ulin kami kurangi.

Kayu Ulin ini sangat cocok digunakan untuk lantai kayu luar ruangan (decking) karena ketahanannya terhadap perubahan cuaca.

Kayu Bengkirai


Kayu Bengkirai merupakan kayu yang berasal dari Kalimantan,sama dengan kayu Ulin. Kayu Bengkirai sudah dikenal didunia pertukangan merupakan kayu yang baik untuk diolah. Karena kayu Bengkirai ini sangat mudah diserut,dipotong,diukir dan lain-lain.

Kayu Bengkirai yang sudah tua,tingkat keawetan dan kekuatannya bisa dibilang sama dengan tingkat keawetan dan kekuatan kayu Jati. Kayu Bengkirai memiliki tingkat keawetan kelas 1,2 dan 3. Sementara untuk tingkat kekuatan,kayu ini termasuk pada kelas 1 dan 2.

Kayu Bengkirai ini sangat baik digunakan untuk lantai kayu dalam ruangan ataupun diluar ruangan (decking). Dengan warna khasnya membuat kayu Bengkirai ini cukup diminati.

Kayu Sonokeling


Kayu Sonokeling atau Sanakeling merupakan kayu yang memiliki tingkat kekerasan dan keindahan lainnya yang sangat sering digunakan untuk lantai kayu. Pohon Sonokeling berukuran sedang hingga besar,tingginya 20 s.d 40 meter dengan gemang mencapai 1,5 s.d 2 meter.

Harus Anda ketahui,kayu ini hanya dapat tumbuh di hutan Jawa Timur dan Jawa Tengah pada ketinggian dibawah 600 meter pada permukaan laut. Kayu Sonokeling tumbuh secara berkelompok namun tidak terlalu banyak,tumbuh ditanah bebatuan.

Kayu Sonokeling banyak dimanfaatkan oleh masyarakat karena memiliki pola yang indah,ungu bercorak hitam,atau hitam keunguan berbelang dengan cokelat kemerahan. Kayu ini sangat banyak dimanfaatkan untuk perabotan,almari,mebel dan kerajinan.

Sama seperti kayu yang telah saya sebutkan lainnya,kayu ini memiliki tingkat keawetan dan kekerasan yang sangat tinggi sehingga sangat cocok digunakan untuk lantai kayu yang membutuhkan
kayu dengan tingkat kekerasan kelas 1 dan 2

Kayu Keruing


Kayu Keruing merupakan kayu khas daerah tropis. Di Indonesia,kayu ini tumbuh subur apalagi didaerah Jawa,Sumatera dan Kalimantan. Selain dikenal dengan kayu khas tropis,kayu Keruing juga dikenal sebagai kayu yang memiliki nilai jual yang cukup baik dipasaran.

Karena jumlahnya yang cukup melimpah,apalagi di pulau Jawa. Kayu ini sering digunakan untuk beraneka kerajinan seperti furniture,kusen,pintu dan aneka macam kerajinan kayu lainnya.

Kayu ini memiliki warna khasnya yaitu merah kecokelatan,ada juga yang berwarna merah cerah. Teksturnya kebanyakan agak kasar.

Tingkat keawetan kayu Keruing termasuk baik yaitu kelas II dan III dibawah Jati namun karena kayu ini cukup banyak keberadaannya maka sangat baik untuk dimanfaatkan.

Kayu Oak


Kayu Oak adalah kayu import dari Amerika. Sama seperti karakter kayu yang digunakan untuk lantai kayu sebelumnya,kayu ini memiliki sifat kuat,keras. Selain itu kayu ini memiliki teksture dan pori yang besar. Tampilan serat dan porinya yang besar tersebut tergolong unik dan dengan pengecatan yang tepat estetikanya bisa sangat menawan dibanding kayu lainnya.

Kayu Oak sangat baik digunakan untuk lantai kayu. Apalagi dinegara Amerika pengolahan kayu Oak sudah tidak terhitung banyaknya.

Nah, setelah mengenal kayu-kayu yang sering digunakan untuk lantai kayu,mana yang akan Anda pilih untuk menjadi penutup hunian? Masing-masing kayu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sebut saja kayu Ulin yang termasuk kayu kelas I dan terkenal sangat keras dan tahan lama,namun sulit untuk dibudidayakan .

Ada juga kayu Sonokeling yang memiliki warna khas hitamnya yang tentu akan menarik bagi Anda yang suka dengan kayu yang unik.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Macam-macam kayu yang digunakan untuk lantai kayu parket dan flooring
Ditulis oleh Surabaya Parquet
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://www.lantaikayusurabaya.net/2017/07/macam-macam-kayu-parket.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 comments:

Posting Komentar

Buat Email | Copyright of Harga lantai kayu Surabaya.